Arsip Bulan May 2008

Bunga Citra Lestari Tanpa Bra

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 28 May 2008

Ternyata saya ndak bisa cuti untuk tidak ngenet. Sehari ga masuk dunia lain ini rasanya ada yang kurang dari hidup saya. Di tengah kesuntukan mengerjakan tugas yang telah diberikan dosen, saya harus refresh pikiran saya. Tiada cara lain, ya hanya masuk dunia lain ini. Seperti biasa nyalain YM, blogwalking dan masuk forum favorit saya. Setelah selesai ngubek-ubek forum favorit saya, saya coba tengok forum tetangga, biasssaa membaca highlights. Ada judul “Bunga Citra Lestari tanpa BRA”.. Saya pikir kok ndak mungkin ya.. Sekarang kan udah pada sungkan nampilin gambar yang ga senyonyong karena adanya UU ITE itu.. Karena saya bukan member dari Forum tetagga, saya ga bisa masuk tuk baca cerita itu dunkz.. Saya ubek-ubek deh di tempat simbah. Dan akhirnya nemu blog ini sang narasumber.. Saya buka.. Dan memang betul dugaan saya.. (more…)

Untuk Kita Renungkan, Wheleh-wheleh

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 24 May 2008

Saat saya menjelang tidur, tiba-tiba bapak masuk ke kamar saya dan ngidupin kompie. Kompie yang biasa buat saya refreshing menghilangkan penat itu dihidupkan untuk mengerjakan Skripsinya. Maklum bapak saya yang Jadi guru sejak 1985 tersebut belum S1, dan sekarang sedang berjuang untuk mendapatkan gelar tersebut di Universitas Negeri Semarang. Lalu bapak saya ngidupin musik dari kompie apalagi kalau bukan dari musisi favoritnya, Ebiet G. Ade. Lagu tersebut yang biasa bapak setel saat keluarga kami bepergian naik mobil kemanapun. Saat pulang kampung ke rumah kakek saya misalnya, dari rumah saya (Magelang) sampai Klaten kota asal bapak saya, lagu yang kami nikmati ya hanya lagu-lagunya Pakdhe Ebiet itu, tidak ada yang lainnya. Secara saking seringnya saya denger lagu-lagunya Om Ebiet itu saya sampai hafal semua lirik-liriknya, tetapi perasaan saya biasa saja. Namun entah kenapa malam itu, saat bapak saya (more…)

Dalam Kategori Kebudayaan

Kampus Diakreditasi, Kuliah Kosong Terus

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 23 May 2008

Tiap kari kosong

Tiap hari kosong

Kosong kok tiap hari?

Mungkin seperti itu kalau Isa dedengkot grup lawak Ngelantur yang Juara 4 API 1 itu sekampus dengan saya. Bagaimana tidak? Sudah dua hari ini kuliah kosong terus. Sebagian dosen, terutama dosen-dosen senior, yang mengajar mahasiswa semester tua seperti saya ini sudah pasti sibuk menerima tamu dari Tim Akreditasi. Sesuai dengan jadwal Kamis adalah jadwal untuk akreditasi Sastra Indonesia, Jumat Untuk Sastra Jawa, dan Sabtu besok untuk Pendidikan Bahasa Jawa. Yah tak apalah kosong. Waktu yang cuma-cuma ini bisa saya gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas dari dosen yang lama terbengkalai. Saya doakan semoga akreditasi lancar agar masa depan saya agak cerah sedikit lah.. :x ixi:

—–UPDATE—– (more…)

Dalam Kategori Kampusiana

Energi Baru Setelah Minum Kopi Darat

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 22 May 2008

Setelah sekitar dua minggu yang lalu saya sowan ke rumah Pak Sawali, hari ini bertemu Abeeayang™. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa salah satu manfaat ngeblog yaitu menambah teman.

Saat bertemu pak Sawali sepertinya saya mendapatkan energi tambahan untuk ngeblog. Sebagai bloger baru penting bagi saya untuk berguru pada Bloger yang berpengalaman. Walhasil, banyak ilmu yang saya dapatkan dari pak Sawali, antara lain blogwalking, tentang pagerank, tentang tujuan ngeblog (jangan mencari sensasi saja), plugin-plugin yang diinstall, dan masih banyak lagi.

Saya kenal Abeeayang™ dari Pak Sawali. Saat saya sowan ke rumah pak Sawali, saya diceritain tentang Bloger Unnes yang ngganteng ini. Betul-betul ngganteng nan rupawan, saya sudah membuktikan sendiri lho.. :x ixi: Saat ketemu Abeeayang™ tadi siang, saya juga mendapat ilmu ngeblog, antara lain penggunaan google reader dan blogwalking. Bahwa blogwalking adalah salah satu ajang silaturahmi antar bloger. Dan memang demikian adanya. Okelah saya akan terus bersilaturahmi kepada bloger-bloger di negeri blogosphere ini. Saya juga dapat kosakata baru, “kopdar” yang tidak lain artinya sama dengan bergumul gathering.

Satu manfaat ngeblog telah terbukti. Senang rasanya mempunyai banyak teman. Oleh karena itu yuk marii kita ngeblog..

Aji The Next Indonesian Idol Lah..

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 22 May 2008

Setelah liat penampilannya di panggung Indonesian Idol Jumat, 16 Mei 2008 alias seminggu yang lalu aku langsung suka penyanyi berambut kribo KRIting BOo ini. Suaranya sangat enak didengerin. Bahkan kata cewekku si Riza, Aji tuh nyanyinya dari hati. Bahkan si Riza kalau nonton Indonesian Idol dia cuma nunggu penampilan kontestan Indonesian Idol 2008 paling unik ini. Aji terkenal low profile dibandingkan dengan kontestan lainnya yang terkenal sok artis alias belum jadi artis sudah sombong. Hal ini yang membuat Aji buanyaak banget penggemarnya. Saya ga bisa berkata-kata lagi.. Sulit untuk mendeskripsikan Aji coz baru liat sekali.. Mungkin di postingan-postingan saya yang selanjutnya. Aji Kerenz.. Dukung Aji ya coz denger-denger dia penggemarnya buanyaak banget tapi SMS alias votingnya kurang.. :nangis: Tapi aku ga maksa lho.. :x ixi:

AjiAjiAjiAji

Klik The Picture For Detail -Support Dhimas Gallery Lho-

* All Picture from Gallery Indonesian Idol 2008 Official Website

Buat Mahasiswa yang Demo, Tentang Rakyat Miskin

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 19 May 2008

Miskin tuh karena apa sih? miskin biasanya karena bodoh dan malas bekerja. Kenapa selalu dibela kalau mereka miskin karena dibuat sendiri? Mereka ga mau belajar. Mereka ga mau berdoa. Mereka malas berusaha. Miskin karena dibuat sendiri. Bukankan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum suatu kaum tersebut berusaha mengubahnya sendiri?
Daripada ente demo lebih baik ente bekerja dan berdoa! Kalau sudah kaya sisihkan buat yang miskin.
Sebetulnya demo itu tidak harus turun ke jalan. Tunjukkan kecerdasan kalian to.. Tunjukkan kreativitas kalian lah.. Tak harus turun ke jalan. Turun ke jalan mengapa jadi trademark? hingga dijadikan mars mahasiswa.. :geli-geli: Ente mahasiswa apa tukang becak? Coba lihat mahasiswa di negara-negara maju lain. Mereka terlihat intelektualitasnya. Lha mahasiswa sini? Terlihat bodohnya dengan memenuhi jalan, membuat kemacetan, bahkan kadang merusak. Misal ente merusak pagar, uang buat perbaikan pagar itu sebetulnya bisa untuk mbangun yang lain. Mahasiswa kok bego?
Ikut Republik mimpi hanya ikut-ikutan nyanyi. Tangan diatas, kekiri dan ke kanan. Sikap kritis tidak ditunjukkan. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar hanya pertanyaan sederhana. Saya sebagai mahasiswa yang malas demo malah geli sendiri. :singsot:

Indonesia Menjadi Tempat Sampah

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 19 May 2008

Di Kota-kota kecil seperti Magelang, Temanggung, Parakan, ada tempat penjualan pakaian bekas. Kebanyakan orang menyebutnya dengan nama owol. Di sana dijual Kaos, Baju, Celana dan Jaket. Memang harganya jauh lebih murah daripada pakaian baru, namanya saja barang bekas. Kata sang penjual pakaian tersebut dari Korea dan China.

Di Kota-kota besar seperti Jogja dan Semarang banyak toko komputer yang menjual peripheral bekas seperti monitor, mainboard, processor pentium 4 ke bawah, memori, hardisk, VGA card, Sound card, bahkan CPU unitan. Memang menguntungkan karena masyarakat tidak sedikit yang melirik barang-barang seperti ini. Kata sang penjual barang-barang ini dari Korea, dan Singapura. yang menjadi pertanyaan saya Indonesia yang mengimpor apa negara-negara tetangga yang membuang? Saya tidak rela Bangsa ini menjadi tempat sampah.

Mungkin memang bangsa ini yang tidak berkarya. Teknologi jauh tertinggal dengan negara lain. Masyarakat masih banyak yang bodoh. Oleh karena itu mari kita berkarya sekuat tenaga semampu kita. Kita mampu apa, maka kita sumbangkan kepada negara. Yuuuk mariiiii…..

Dibalik Kegagalan Tim Thomas Indonesia Masuk Final

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 17 May 2008

Kalau saya melihat kegagalan tim Thomas Indonesia masuk final adalah karena supporter Indonesia yang braokan (tidak semua supporter tentunya). Para supporter tidak bisa diam sejenak saat pertandingan berlangsung, padahal ini merupakan etika. Hal ini yang mengakibatkan konsentrasi pemain Indonesia buyar. Penonton yang braokan hanya menambah emosi pemain Indonesia meningkat. Sebagai contoh jika pemain Indonesia belum saatnya mensmash jadi mensmash. Hal seperti ini terjadi di Partai pertama dan kedua membuat Sony Dwi kuncoro serta pasangan ganda Indonesia Markis Kido dan Hendra Setyawan. Hyaa hyaaa hyaa hyaaa supporter Indonesia braokan, iramanya mirip dengan supporter Empat Mata saat melihat aksi Thukul . Kalau mau baokan silakan Ikut acara empat mata atau maen ke blog braokan!

Apakah supporter yang seperti ini layak sebagai suporter Indonesia? Indonesia yang terkenal akan kesantunannya serasa hilang saat melihat pertandingan saat itu. Yang menonton gelaran ini bukan hanya orang Indonesia lho.. Bagaimana wisatawan mancanegara akan tertarik untuk berkunjung ke Indonesia kalau ternyata warga Indonesia tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. Bagaimana menurut Anda?