Pernahkah liat anak SMP membeli jajanan ke penjual siomay? Pasti pernah dunkz.. Anak itu biasanya bilang, “Lek, tuku siomay Lek.. (Paman, Beli siomay Paman..)” Kemudian si penjual siomay berkata, “Pira Boss? (Berapa Boss?)”
“Lek” telah mengalami perluasan makna, yang dulu artinya adalah adik dari orang tua penutur, namun sekarang penjual jajanan keliling pun bisa dipanggil “Lek”. Hal ini membuktikan bahwa salah satu sifat bahasa adalah seiring berjalannya waktu, sesuai perkembangan jaman.
Mengingat kata adalah doa, semoga doa-doa para Lek ini dikabulkan. Semoga anak-anak yang beli siomay dan jajanan lainnya akan menjadi boss yang sesungguhnya.