Anda Sedang Melihat Kategori Kebudayaan

Blog Ber PR 5 Diistirahatkan

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 21 July 2008

Semua blogger pasti tahu abeeayang. Siapa sih yang gag kenal abeeayang? Nama itu sering muncul di blogroll bloger-bloger Indonesia di posisi paling atas. Yah blog itu sedang istirahat karena si empunya blog sedang KKN, bukan KKN yang itu lho.. KKN yang dimaksud adalah Kuliah Kerja Nyata.. Kalo saya sudah KKN setahun yang lalu, saat saya masih semester 4 hingga masuk koran, meski penulisan nama dan gelar saya salah tidak menjadi masalah bagi saya. Saya malah nggak enak sampai masuk koran, lha saya ini melakukan apa to bagi desa tempat saya KKN? Banyak maen daripada kerja.. Namanya bukan KKN dunkz.. :geli-geli: Program KKNnya si Abeeayang itu masih sama dengan saya dulu yaitu PBA / Pembebasan Buta Aksara (bukan Pemberantasan Buta Aksara). Kalau Pemberantasan Buta Aksara, orang yang buta aksara a.k.a ndak bisa baca itu bi berantas saja.. :x ixi: becanda.. :singsot:

Yah blog itu sedang diistirahatkan.. Blog Ber PR 5 sedang istirahat.. Sedang istirahat blog ber PR 5.. Saya cari PR aja sulitnya minta ampuun.. :ndonga: terserah si empunya blog sahaja lah..

Yah Selamat KKN Abeeayang! Selamat mengajar Nenek-nenek dan Kakek-kakek yang gag bisa baca.. Semoga amal ibadahmu diterima di sisinya.. :x ixi: Kalau bisa data buat laporan jangan fiktif ya.. :smile: Kalau yang lain fiktif jangan ikut-ikutan.. :wek: Bawa nama harum unnes, yah… Universitas kita tercinta.. :x ixi:

Update 7 Juli 2008

Blognya Abeeayang PRnya sudah turun menjadi PR4..

Memakmurkan Kehidupan Pedesaan*

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 4 June 2008

Budaya tanam petani kita amat statis, sebagian besar selalu menanam padi, menyebabkan keterpurukan pendapatan mereka. Petani Tradisional merupakan kelompok masyarakat yang mengalami penderitaan berkelenjutan. Petani sawah selalu mengharapkan dapat menanam padi selama tiga kali dalam satu tahun, sedangkan harga jual gabah kadang tidak menutup biaya pengelolaanya. Harga pupuk kimia yang sudah disubsidi oleh pemerintah, bukan untuk menyubsidi petani tetapi justru menyubsidi kelangsungan hidup petani pupuk yang dimiliki oleh para konglomerat.
Di Jepang, beras dari petani dibeli oleh pemerintah dengan harga yang tinggi, agar mereka tetap mau menanam beras kemudian dijual ke pasaran dengan harga relatif rendah. Ini merupakan bentuk subsidi langsung terhadap petani. (more…)

Dalam Kategori Kebudayaan

Untuk Kita Renungkan, Wheleh-wheleh

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 24 May 2008

Saat saya menjelang tidur, tiba-tiba bapak masuk ke kamar saya dan ngidupin kompie. Kompie yang biasa buat saya refreshing menghilangkan penat itu dihidupkan untuk mengerjakan Skripsinya. Maklum bapak saya yang Jadi guru sejak 1985 tersebut belum S1, dan sekarang sedang berjuang untuk mendapatkan gelar tersebut di Universitas Negeri Semarang. Lalu bapak saya ngidupin musik dari kompie apalagi kalau bukan dari musisi favoritnya, Ebiet G. Ade. Lagu tersebut yang biasa bapak setel saat keluarga kami bepergian naik mobil kemanapun. Saat pulang kampung ke rumah kakek saya misalnya, dari rumah saya (Magelang) sampai Klaten kota asal bapak saya, lagu yang kami nikmati ya hanya lagu-lagunya Pakdhe Ebiet itu, tidak ada yang lainnya. Secara saking seringnya saya denger lagu-lagunya Om Ebiet itu saya sampai hafal semua lirik-liriknya, tetapi perasaan saya biasa saja. Namun entah kenapa malam itu, saat bapak saya (more…)

Dalam Kategori Kebudayaan

Buat Mahasiswa yang Demo, Tentang Rakyat Miskin

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 19 May 2008

Miskin tuh karena apa sih? miskin biasanya karena bodoh dan malas bekerja. Kenapa selalu dibela kalau mereka miskin karena dibuat sendiri? Mereka ga mau belajar. Mereka ga mau berdoa. Mereka malas berusaha. Miskin karena dibuat sendiri. Bukankan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum suatu kaum tersebut berusaha mengubahnya sendiri?
Daripada ente demo lebih baik ente bekerja dan berdoa! Kalau sudah kaya sisihkan buat yang miskin.
Sebetulnya demo itu tidak harus turun ke jalan. Tunjukkan kecerdasan kalian to.. Tunjukkan kreativitas kalian lah.. Tak harus turun ke jalan. Turun ke jalan mengapa jadi trademark? hingga dijadikan mars mahasiswa.. :geli-geli: Ente mahasiswa apa tukang becak? Coba lihat mahasiswa di negara-negara maju lain. Mereka terlihat intelektualitasnya. Lha mahasiswa sini? Terlihat bodohnya dengan memenuhi jalan, membuat kemacetan, bahkan kadang merusak. Misal ente merusak pagar, uang buat perbaikan pagar itu sebetulnya bisa untuk mbangun yang lain. Mahasiswa kok bego?
Ikut Republik mimpi hanya ikut-ikutan nyanyi. Tangan diatas, kekiri dan ke kanan. Sikap kritis tidak ditunjukkan. Pertanyaan-pertanyaan yang keluar hanya pertanyaan sederhana. Saya sebagai mahasiswa yang malas demo malah geli sendiri. :singsot:

Indonesia Menjadi Tempat Sampah

Ditulis oleh Dhimas Pada Tanggal 19 May 2008

Di Kota-kota kecil seperti Magelang, Temanggung, Parakan, ada tempat penjualan pakaian bekas. Kebanyakan orang menyebutnya dengan nama owol. Di sana dijual Kaos, Baju, Celana dan Jaket. Memang harganya jauh lebih murah daripada pakaian baru, namanya saja barang bekas. Kata sang penjual pakaian tersebut dari Korea dan China.

Di Kota-kota besar seperti Jogja dan Semarang banyak toko komputer yang menjual peripheral bekas seperti monitor, mainboard, processor pentium 4 ke bawah, memori, hardisk, VGA card, Sound card, bahkan CPU unitan. Memang menguntungkan karena masyarakat tidak sedikit yang melirik barang-barang seperti ini. Kata sang penjual barang-barang ini dari Korea, dan Singapura. yang menjadi pertanyaan saya Indonesia yang mengimpor apa negara-negara tetangga yang membuang? Saya tidak rela Bangsa ini menjadi tempat sampah.

Mungkin memang bangsa ini yang tidak berkarya. Teknologi jauh tertinggal dengan negara lain. Masyarakat masih banyak yang bodoh. Oleh karena itu mari kita berkarya sekuat tenaga semampu kita. Kita mampu apa, maka kita sumbangkan kepada negara. Yuuuk mariiiii…..