Jika kita melihat sebuah theme wordpress dengan mata telanjang, sepertinya sama saja. Ternyata jika kita lihat melalui ‘mikroskop’ kemampuan SEO antara theme satu dengan theme lainnya berbeda.

Beberapa hari yang lalu saya membangun blog bisnis saya. Jika biasanya setelah install wordpress, install theme, install plugin, dan posting beberapa tulisan kemudian sedikit optimasi, tidak ada 24jam sudah terindex, lha blog bisnis saya ini kok sungguh aneh bin ajaib. saya tunggu sampai satu minggu + sudah posting 70an tulisan eh lha kok hanya 3 page yang keindex google. Karena menurut saya tidak wajar, maka saya cari sesuatu yang membuat ketidakwajaran ini. :grin: Kali ini saya menggunakan ‘mikroskop’ seo analyzer milik raven-seo-tools. Tool tersebut adalah tool untuk menganalisa tingkat seo friendly sebuah theme. Saya masukkan url blog saya itu kemudian klik analyze website. E.. lha dalah.. Ternyata semantic structure headernya kacau balau. Ga urut Blass. H1 kemudian h3 kemudian h2. Skor ravennya hanya 50 (nilai terbaik 100), dan di web tersebut tertulis:

It’s important to use header elements properly, because search engines use header elements to determine the context and purpose of your Web page. Headers provide semantic structure and meaning to Web pages, and search engines, like Google, give preferential treatment to Web design that use headers properly.

Nah Saya kira hal ini yang paling fatal yang membuat blog saya tidak segera terindex mesin pencari. Si mesin pencari kalau mau berkunjung ke blog saya selalu dibikin pusing oleh urutan struktur rumah yang aneh. Setelah pintu masuk eh lha ternyata kok WC. Begitu kira-kira kalau dianalogikan.. :grin:

Ternyata Theme yang keren itu kodingnya ngawur. Karena saya belum bisa buat theme sendiri dan bisanya baru ngoprek, saya cari tuh theme yang sekiranya sesuai untuk niche blog saya akhirnya ketemu, rombak dikit, check pake seo analyzernya Raven, dapet skor 75 lumayan.. Karena sudah malam saya tidur. Bangun tidur kemudian saya check lagi.. Eh lha dalah sudah ada 6 page di halaman pencarian tersebut..

Saya jadi inget dulu pas ikut kontes Busby SEO Test dan mendapatkan peringkat 5, blog kontes Busby Seo Test milik imfreakz yang digawangi oleh dewaji skor raven seonya 100. Blog Busby SEO Test milik saya hanya 80. Gimana caranya biar skor Raven SEO sampai 100 (maksimal ya)? Yang kayak beginian memang Dewaji ahlinya ;) Sudah ada sih sedikit petunjuknya sih di halamannya raven. Tapi sampai sekarang skor maksimal yang saya dapatkan hanya 80. Blog ini skor ravennya hanya 75.

Setelah tak lihat lagi skor blog busby seo testnya IMFreakz tersebut sekarang jadi 80 dan blog busby seo test puna saya 75. Mungkin standar penilaiannya ditinggikan kali ya.

Tapi yang perlu diingat SEO on page (yang saya ceritakan di atas) masih belum cukup. SEO off page lebih utama meskipun tidak boleh melupakan SEO on page.  Banyak Website atau blog-blog bagus SEO on Pagenya buruk bahkan xhtml tidak valid. Tapi selalu memenangkan pertarungan di kancah niche tertentu karena kualitas tulisannya bagus dan banyak orang suka dan menggelontorkan backlink dengan sukarela. Dan akhirnya google tahu kodingnya ngawur, kemudian bilang, “yang penting isinya bung!” :grin: Apalagi sekarang ini udah memasuki Era Web 3.0 dimana di Era tersebut adalah era kepercayaan. Lama-lama google akan memahami struktur theme yang kita gunakan meskipun strukturnya acak-acakan, karena sekali lagi, “yang penting isinya :grin:

Jadi terserah anda mo pake theme yang SEO Friendly atau tidak.

« »