Di sekitar kampus saya ada dua orang gila yang hidup di jalanan. Dengan baju seadanya nan kumuh biasanya kedua orang tersebut nglemprak di jalanan. Yang satu cowok udah agak tua, biasanya sambil merokok di pinggir jalan sambil memandang keramaian kampus Unnes. Uniknya dia mempunyai sepeda onthel ada keranjang kecil yang berisi sampah. Bener-bener waras nih orang, orang waras aja jarang ada yang mau mengumpulkan sampah untuk dibuang pada tempatnya, eh nih orang gila malah save the world .
Yang satunya cewek, udah agak tua juga. Tiap hari dia bawa buku dan pensil. Entah apa yang dia tulis. rambut gimbalnya menandakan kalau dia benar-benar gila. Dia lebih suka menyendiri, beda dengan yang cowok tadi. Sambil menulis biasanya sambil memandang keindahan alam persawahan yang hijau. di barat kampus Unnes. Kira-kira apa ya penyebab dia menjadi gila? Jangan-jangan kedua orang ini dulunya suami istri? :giggling: Karena beban hidup yang semakin sulit hingga keduanya memutuskan untuk menggila bersama. Kasihan juga ya orang-orang gila di jalanan. Orang gila dipelihara oleh negara ngga sih?
Saya adalah pengendara sepeda motor. Diberi orang tua motor untuk kuliah di Unnes, sebagai sarana transportasi saya di Semarang. Pulang ke Magelang pakai motor, Berangkat PPL naik motor, Kopdar ke Rumah Pak Sawali juga naek motor. Pokoknya sangat bermanfaat sekali lah motor saya itu meskipun butut. Yang penting ndak pernah ngambek, jalan terus meskipun kemaren sempat minta ganti seker.
Ngomong ngomong soal motor saya yang butut itu, dia (baca:motor) punya kelakuan aneh. Sebetulnya ndak aneh sih, cuma aneh dalam hati aja karena saya belum tahu ilmunya. Jadi begini kelakuan anehnya. Kalau buat jalan-jalan dekat misal kos, kampus, tempat ngenet gratis, tempat PPL, terus balik kos lagi (baca: dalam kota) satu hari bisa menghabiskan bensin yang lumayan banyak, sekitar 2 strip indikator. Sedangkan untuk pulang ke Magelang, itu motor hanya minta minum bensin sebanyak 1,5 strip. Ini normal kan? Ada yang tahu teorinya?
Sebanyak 16 aktivis mahasiswa Universitas Negeri Semarang Rabu (17/9) akan bertolak ke Malaysia dalam rangka pertukaran pelajar yang difasilitasi biro pengembangan kerjasama luar negeri Departemen Pendidikan Nasional. Dalam kunjungan selama sepekan ini, mereka akan ke University Perak Sultan Idris untuk berdiskusi seputar pendidikan, multi kultur, kajian jender, seni budaya, narkoba, dan juga organisasi kemahasiswaan. Mereka didampingi Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan FMIPA, Moh Asikin. Rektor Unnes Prof. Dr. Soedijono Sastroatmodjo, M.Si. melepas mereka pada Selasa (16/9) di rektorat Unnes kampus Sekaran Gunungpati.
Sumber: Kompas Cetak 17 September 2008